Proses Membangun Rumah Putih

 

Cc: https://images.app.goo.gl/3PbKBgfxRMp18QZZA

"Rumah adalah tempat kita untuk pulang."

Memiliki rumah yang nyaman merupakan mimpi setiap orang, termasuk aku.

     Saat ini aku akan duduk di bangku kuliah semester delapan. Mungkin ada yang berpikir bahwa terlalu dini untuk memikirkan rumah, ada juga yang berpikir bahwa inilah saatnya, bahkan tak bisa dipungkiri juga ada yang berpikir bahwa aku termasuk orang yang terlambat. But, whatever people says. I just want to visualization what I feel.

     Memiliki rumah idaman memang sudah menjadi impian sejak kanak-kanak, tetapi saat itu kita hanya bisa menggambarnya dalam sebuah kertas dengan coretan pensil yang saat ini sepertinya kertasnya pun sudah musnah, hehehe. Saat itu, aku berpikir bahwa rumah merupakan bentuk kemewahan yang dimiliki seseorang. Namun, hal ini berbeda dengan apa yang aku pikirkan dan rasakan saat ini.

     Jujur saja, aku memang belum memiliki cukup uang untuk membangun rumah impian, tetapi aku yakin suatu hari nanti jika Allah SWT mengizinkan, insyaAllah aku akan memilikinya. Aamiin. Bukan hanya meminta kepada-Nya, tentu aku pun sebagai manusia biasa harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Saat ini memang aku belum diberi kesempatan untuk memiliki penghasilan sendiri, hanya dengan uang yang diberi oleh orang tuaku yang bisa aku sisihkan. Mungkin akan membutuhkan waktu yang lumayan yaa, hehehe. But, no problem lah karena sambil menabung uang, aku pun tentunya harus menyiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan dalam membangun rumah tersebut dari segi pikiran dan perbuatan. Hal tersebut yang seperti apa?

Pikiran

Tentunya aku harus memikirkan desain apa yang akan aku terapkan pada rumah tersebut, desain yang akan membuatku dan keluarga nyaman setiap waktunya. Lalu di daerah mana aku harus membangun rumah, di jenis tanah yang seperti apa, lingkungan yang mendukung, jenis perabotan yang akan digunakan dan penempatannya, serta tentunya juga masih banyak aspek lain yang belum aku ketahui dan harus aku perdalam lagi ke depannya. Hehehe ya karena aku memang sangat awam dalam bidang ini. Hal yang paling penting yaitu saat akan berumah tangga nantinya aku harus berdiskusi dengan pasanganku agar semuanya bisa saling merasa nyaman. Hahahaha terlalu jauh sepertinya pikiranku ini.

Perbuatan

What? Perbuatan? Maksudnya?

Hmmm… Sejujurnya aku bingung harus memberi sub pembahasan ini dengan judul apa, tetapi aku yakin teman-teman pasti paham maksudku setelah kujelaskan.

Bagiku, perbuatan kita sebelum memiliki rumah merupakan hal yang sangat penting. Perbuatan seperti apa maksudnya? Misalnya, saat ini kita masih tinggal di kos-an, setidaknya kita harus mulai peduli terhadap keadaan kos yang kita tinggali, mulai dari hal-hal yang kecil saja, seperti menyimpan barang pada tempatnya, membersihkan alat makan setelah dipakai, merapikan tempat tidur setiap pagi, merapikan barang-barang dalam lemari, menyingkirkan barang yang sudah tidak terpakai, mencuci baju, menyapu ruangan, membersihkan toilet, dan masiiiih banyak hal kecil lain yang terkadang kita lewatkan.


***

     Anyway, aku tulis seperti ini bukan karena aku sudah baik yaaa, hehehe. Justru ini ya sebagai pengingat diriku sendiri juga, aku masih butuh banyak belajar untuk membangun sebuah ruangan yang nyaman. Menurutku, kuncinya sih ya ada pada diri kita sendiri, yang akan merasa nyaman ya diri kita sendiri. Kadar nyaman yang seperti apa ya tergantung diri sendiri juga. Kalau belum tahu, coba deh ajak ngobrol diri sendiri, hehe itu sih yang biasa aku lakukan.

 

        OH IYA…

     Alhamdulillah saat ini aku merasa sangaaat bersyukur karena Allah SWT telah menyadarkanku tentang konsep hidup yang akan membuatku nyaman.

         Hhhhh--- yaa ampun mau nangis. Hahaha

      Alhamdulillah suatu hari Allah kasih aku pelajaran tentang pentingnya menjaga tempat tinggal kita. Cerita singkatnya, saat itu kulit aku sedang sensitif sehingga harus ke dokter untuk diobati lebih dalam dan tetiba aku marah sama diriku sendiri kayak gini “Lu harus aware sama tempat yang lu tinggali. Lu harus rajin-rajin bersihin tempat itu supaya lu gak sakit.”

    Hhhh-- Mau nangis, kesel, tapi ya aku cuma bisa ketawa aja sih kayak “Hahaha gua masih kayak anak kecil banget.” Mungkin bisa dibilang saat itulah aku memutuskan bahwa aku harus benar-benar memperbaiki pola hidup yang lebih bersih dan sehat. Saat itu pula, aku langsung browsing dan buka youtube mencari tahu cara agar aku bisa healing dengan keadaan.

   Besoknya, aku langsung decluttering barang yang aku simpan. Hari pertama tentunya merasa sangaaaat bahagia karena ruangan yang aku tempati sudah lumayan lebih luas. Alhamdulillah sampai saat ini aku mencoba untuk setiap bulan mengeluarkan barang yang memang sekiranya tidak akan aku pakai lagi. Akan tetapi, jujurrrr saja masih ada beberapa aspek barang yang belum rela aku singkirkan, yaa seperti buku diary ;D hahaha itu banyak kenangan banget sih tapi aku berjanji sama diri sendiri (aku tulis di sini sebagai pengingat juga) bahwa saat aku menikah nanti buku diary itu akan aku musnahkan karena aku harus membuka lembaran baru dooong dan memikirkan masa depan dengannya, eaaa hahaha.

   Yaaa pokoknya, alhamdulillah banget sih, aku lebih bisa menahan diri dan berpikir bahwa kenyamanan tidak hanya dilihat dari banyaknya barang yang kita miliki, melainkan saat kita mampu menggunakan barang sesuai dengan fungsinya dalam rumah, itulah yang dinamakan kenyamanan. Saat aku merasa sudah cukup, mengapa aku harus melebih-lebihkannya?

 ***

     Pada dasarnya, rumah merupakan bagian dari masa depan yang harus kita persiapkan. Aku sangat berharap dan semoga Tuhan mengabulkan agar kita dapat memiliki rumah yang selama ini kita inginkan dan butuhkan.

Selamat dan semangat berjuang untuk membangun rumah yang nyaman!
We can do it!

Comments