Proses Membangun Rumah Putih
Memiliki rumah yang nyaman merupakan mimpi setiap orang, termasuk aku.
Memiliki rumah idaman memang sudah menjadi impian sejak kanak-kanak, tetapi saat itu kita hanya bisa menggambarnya dalam
sebuah kertas dengan coretan pensil yang saat ini sepertinya kertasnya pun sudah
musnah, hehehe. Saat itu, aku berpikir bahwa rumah merupakan bentuk kemewahan
yang dimiliki seseorang. Namun, hal ini berbeda dengan apa yang aku pikirkan
dan rasakan saat ini.
Jujur saja, aku memang belum memiliki cukup uang untuk membangun rumah impian, tetapi aku yakin suatu hari nanti jika Allah SWT mengizinkan, insyaAllah aku akan memilikinya. Aamiin. Bukan hanya meminta kepada-Nya, tentu aku pun sebagai manusia biasa harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Saat ini memang aku belum diberi kesempatan untuk memiliki penghasilan sendiri, hanya dengan uang yang diberi oleh orang tuaku yang bisa aku sisihkan. Mungkin akan membutuhkan waktu yang lumayan yaa, hehehe. But, no problem lah karena sambil menabung uang, aku pun tentunya harus menyiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan dalam membangun rumah tersebut dari segi pikiran dan perbuatan. Hal tersebut yang seperti apa?
Pikiran
Tentunya aku harus memikirkan desain
apa yang akan aku terapkan pada rumah tersebut, desain yang akan membuatku dan
keluarga nyaman setiap waktunya. Lalu di daerah mana aku harus membangun rumah,
di jenis tanah yang seperti apa, lingkungan yang mendukung, jenis perabotan
yang akan digunakan dan penempatannya, serta tentunya juga masih banyak aspek lain
yang belum aku ketahui dan harus aku perdalam lagi ke depannya. Hehehe ya karena
aku memang sangat awam dalam bidang ini. Hal yang paling penting yaitu saat akan
berumah tangga nantinya aku harus berdiskusi dengan pasanganku agar semuanya
bisa saling merasa nyaman. Hahahaha terlalu jauh sepertinya pikiranku ini.
Perbuatan
What? Perbuatan? Maksudnya?
Hmmm… Sejujurnya aku bingung harus
memberi sub pembahasan ini dengan judul apa, tetapi aku yakin teman-teman pasti
paham maksudku setelah kujelaskan.
Bagiku, perbuatan kita sebelum
memiliki rumah merupakan hal yang sangat penting. Perbuatan seperti apa
maksudnya? Misalnya, saat ini kita masih tinggal di kos-an, setidaknya kita
harus mulai peduli terhadap keadaan kos yang kita tinggali, mulai dari hal-hal
yang kecil saja, seperti menyimpan barang pada tempatnya, membersihkan alat
makan setelah dipakai, merapikan tempat tidur setiap pagi, merapikan barang-barang
dalam lemari, menyingkirkan barang yang sudah tidak terpakai, mencuci baju, menyapu
ruangan, membersihkan toilet, dan masiiiih banyak hal kecil lain yang terkadang
kita lewatkan.
***
Anyway, aku tulis seperti ini bukan
karena aku sudah baik yaaa, hehehe. Justru ini ya sebagai pengingat diriku sendiri
juga, aku masih butuh banyak belajar untuk membangun sebuah ruangan yang nyaman.
Menurutku, kuncinya sih ya ada pada diri kita sendiri, yang akan merasa nyaman
ya diri kita sendiri. Kadar nyaman yang seperti apa ya tergantung diri sendiri
juga. Kalau belum tahu, coba deh ajak ngobrol diri sendiri, hehe itu sih yang
biasa aku lakukan.
OH IYA…
Alhamdulillah saat ini aku merasa
sangaaat bersyukur karena Allah SWT telah menyadarkanku tentang konsep hidup
yang akan membuatku nyaman.
Hhhh-- Mau nangis, kesel, tapi ya
aku cuma bisa ketawa aja sih kayak “Hahaha gua masih kayak anak kecil banget.”
Mungkin bisa dibilang saat itulah aku memutuskan bahwa aku harus benar-benar
memperbaiki pola hidup yang lebih bersih dan sehat. Saat itu pula, aku langsung
browsing dan buka youtube mencari tahu cara agar aku bisa healing dengan keadaan.
Besoknya, aku langsung decluttering
barang yang aku simpan. Hari pertama tentunya merasa sangaaaat bahagia karena
ruangan yang aku tempati sudah lumayan lebih luas. Alhamdulillah sampai saat
ini aku mencoba untuk setiap bulan mengeluarkan barang yang memang sekiranya tidak
akan aku pakai lagi. Akan tetapi, jujurrrr saja masih ada beberapa aspek barang
yang belum rela aku singkirkan, yaa seperti buku diary ;D hahaha itu
banyak kenangan banget sih tapi aku berjanji sama diri sendiri (aku tulis di sini
sebagai pengingat juga) bahwa saat aku menikah nanti buku diary itu akan aku
musnahkan karena aku harus membuka lembaran baru dooong dan memikirkan masa
depan dengannya, eaaa hahaha.
Yaaa pokoknya, alhamdulillah banget
sih, aku lebih bisa menahan diri dan berpikir bahwa kenyamanan tidak hanya dilihat
dari banyaknya barang yang kita miliki, melainkan saat kita mampu menggunakan barang
sesuai dengan fungsinya dalam rumah, itulah yang dinamakan kenyamanan. Saat aku
merasa sudah cukup, mengapa aku harus melebih-lebihkannya?
Pada dasarnya, rumah merupakan
bagian dari masa depan yang harus kita persiapkan. Aku sangat berharap dan semoga
Tuhan mengabulkan agar kita dapat memiliki rumah yang selama ini kita inginkan
dan butuhkan.
Selamat dan semangat berjuang untuk membangun rumah yang nyaman!
We can do it!

Comments
Post a Comment
Masukan dan saran kami tunggu :)