Tentang 2019
"Menjadi manusia terbaik versi diri sendiri."
Halo!
Saat ini aku sedang duduk di kursi belajarku di dalam ruangan yang sangat menenangkan, tetapi terkadang ruangan ini juga yang membawaku kembali mengingat kenangan.
Waktu sangat terasa untuk dilalui. Sudah masuk bulan kesepuluh saja nih, sebentar lagi berarti selesai dong tahun 2020-nya? Hehe.
Namun, rasanya aku ingin sekali kilas balik pada tahun 2019. Tahun yang sangat istimewa bagiku. Bukannya aku tidak bersyukur dengan kehidupan di tahun ini, tetapi aku pikir masih banyak cerita yang belum aku tuntaskan saat itu.
TENTANG 2019!
Awal tahun itu, aku membukanya dengan suatu keputusan yang tak main-main. Saat itu, aku memilih untuk tidak melanjutkan organisasi di kampus. Bukan tanpa alasan, tentunya sudah aku pikirkan dalam-dalam. Sedih sih! Apalagi aku paling tidak enak kalau harus meninggalkan teman-teman seperjuangan. Yaaa, lalu mau bagaimana? Saat itu aku benar-benar belajar mengambil keputusan dan tentunya siap menerima konsekuensi apapun setelahnya. Alasannya bukan karena aku sibuk, bahkan aku sedang tidak ikut kegiatan apapun selain organisasi itu. Satu hal yang terlintas dalam benakku saat itu ialah
"Sebaiknya aku harus keluar dari zona nyaman ini."
Kenapa? Namanya saja zona nyaman, seharusnya kamu nyaman dong? Kalau ada hal yang mudah, kenapa harus ambil yang sulit? Kalau ada yang membuatmu nyaman, kenapa harus mencari ketidaknyamanan? Aneh, deh.
Baik, setelah itu aku bertanya pada diriku, "Apakah kenyamanan itu sudah seutuhnya aku rasakan?"
Jujur, segala keputusan yang aku ambil bukan berarti tidak aku pikirkan secara matang. Sebelum tidur pasti aku dihantui oleh overthinking. Bisa-bisanya dia nyaman di pikiranku, haha.
Selanjutnya aku menjalani hari-hari hanya menjadi seorang mahasiswa biasa, fokusku hanya di akademik. Awalnya memang terasa aneh karena sejak duduk di bangku SMP dan SMA, setelah jam pelajaran selesai, aku tidak langsung pulang ke rumah. Selalu saja ada hal yang harus aku selesaikan di sekolah. Sebenarnya menjadi seorang aktivis sangat menyenangkan, tetapi karena aku manusia biasa, ya aku juga ingin merasakan waktu untuk beristirahat. Kemudian, waktu mempertemukan aku dengan diriku. Aku merasakan bahwa inilah aku yang sebenarnya.
Bersyukurnya, perjalanan yang aku habiskan sebagai mahasiswa kupu-kupu tidak terbuang sia-sia. Seiring berjalannya waktu, aku terus belajar mengenali diriku, aku ingin melakukan apa yang memang ingin aku lakukan. Akhirnya, aku bertemulah dengan sosok aku yang tidak bisa diam, dalam hal ini aku orangnya serba penasaran.
Oke, kita mulai ceritanya!
Hal pertama yang aku lakukan, yaitu aku mulai mencoba menumbuhkan rasa percaya diri. Hal yang simpel banget sih sebenarnya, tetapi ya itulah salah satu kekuranganku, selalu tidak percaya diri terhadap diri sendiri, khususnya dengan kemampuan diri. Ya sejujurnya sampai saat ini aku memang merasa belum sepenuhnya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, but i think aku sudah bisa-lah belajar menjadi sosok "diriku" yang lebih baik dari sebelumnya. Saat itu, aku percaya dengan kepercayaan diri, maka aku akan bisa melakukan apapun yang selalu membuatku penasaran ingin mencobanya.
Bisa dibilang, di tahun 2019-lah aku baru pertama kali mengikuti lomba di kampus. Gokil! Sudah masuk semester 4, Bro! Selama ini ngapain aja? Haha, yasudahlah biarkan saja, toh sudah berlalu juga. Oh ya, awalnya agak deg-degan, apalagi saat itu aku ikut lomba "Desain Poster" yang sama sekali belum pernah aku ikuti di manapun dan dengan keterbatasan kemampuan desain yang aku miliki tentunya yaaa aku sudah menerima apapun itu hasilnya yang penting aku sudah mencoba. Namun, ternyata dugaanku salah. Itulah sertifikat juara dan piala pertama yang aku dapatkan selama kuliah. Hhhhh- Alhamdulillah Allah memang Maha Baik, selalu memberi kejutan. Tak disangka, setidaknya aku pernah merasakan juara 1 walau baru satu kali, hihi :D
Nah, hal itulah yang membuatku menjadi terus belajar dan berusaha menumbuhkan rasa percaya diri. Aku jadi sering ikut lomba tapi di luar kampus, hehehe. Sudah banyaakkkk sekali kegagalan yang aku rasakan, tetapi bersykurnya Allah masih memberiku kekuatan untuk aku terus berjuang sampai sejauh ini.

Comments
Post a Comment
Masukan dan saran kami tunggu :)