Sebuah Kata yang Menjadi Nyata
"Setiap ucapan adalah doa."
Aku merupakan mahasiswa angkatan 2017. Di semester satu, aku pernah menjadi relawan agenda Badan Eksekutif Mahasiswa Prodi (BEMP) yaitu Bulan Bahasa dan Hari Guru. Di sana aku menemukan banyak kegiatan yang belum pernah aku lihat dan lakukan sebelumnya. Salah satu agendanya ialah pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi di program studi kami. Itu merupakan salah satu program yang sangat aku tunggu-tunggu karena ingin sekali rasanya dapat mengenal orang-orang hebat, tetapi setidaknya kalaupun sekadar melihat mereka berdiri di atas panggung juga tidak jadi masalah sih, hehehe
Di tahun 2017 saat aku melihat mereka berdiri di atas panggung, aku hanya bisa tersenyum sembari bertanya dalam hati, "Wah, mereka hebat sekali. Bisa tidak ya aku seperti mereka?"
Seperti mereka? hehehe
Saat itu, aku tidak berpikir bahwa setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing dan aku tidak berhak menyamakan diriku dengan mereka. Lagi dan lagi, sayangnya pertanyaanku saat itu tak begitu didengar oleh hatiku. Katanya ingin seperti mereka, tetapi kebiasaan malas saja masih dipelihara. Hahaha
***
Di tahun 2018 saat aku melihat kembali mahasiswa yang berdiri di atas panggung, aku berkata pada hatiku, "Tahun besok pokoknya aku harus ada di sana. Aku yakin pasti bisa."
Entah apa yang merasukiku. (eh jangan nyanyi)
Namun, bersyukurnya ucapan itu didengar oleh hatiku dan tentunya Allah SWT. Sehingga aku berusaha mengatur alur hidup agar lebih baik lagi dan Akhirnya Allah memberiku kepercayaan ini di tahun 2019, alhamdulillah. Kali pertamanya aku menjadi mawapres di prodi.
Menjadi mahasiswa berprestasi prodi memang tidak se-wah mawapres fakultas maupun universitas, bahkan prestasi yang aku raihpun tidak se-menarik dan luar biasa seperti yang lain, tetapi aku sangat sangat sangat bahagia atas pencapaian ini. Aku sangat berterima kasih pada diriku karena berhasil mewujudkan apa yang diinginkannya.
Begitu luar biasanya kekuatan ucapan. Oleh karena itu, berucaplah dengan bijak, karena pada dasarnya kita tidak tahu ucapan mana yang semesta amin-kan.

Comments
Post a Comment
Masukan dan saran kami tunggu :)