ANALISIS PUISI MENGHARGAI HAK AZAZI KAWAN KARYA REMY SYLADO DENGAN PENDEKATAN PRAGMATIK

   

ANALISIS PUISI "MENGHARGAI HAK AZAZI KAWAN"

KARYA REMY SYLADO

DENGAN PENDEKATAN PRAGMATIK

 

1) Firda Mawaddah

1) Universitas Negeri Jakarta

E-mail1) firdamawaddah00@gmail.com

2018

 

ABSTRAK

Puisi merupakan karya tertulis yang paling awal ditulis manusia. Selain adanya penyair, pembaca mempunyai kedudukan penting dalam karya sastra agar karya sastra terus berkembang. Itulah sebabnya, dalam bidang studi sastra, ada bidang kajian sastra yang menitikberatkan kajiannya terhadap peran pembaca. Kajian semacam ini disebut pendekatan pragmatik.[1] Pemahaman makna setiap orang dalam memahami sebuah puisi berbeda-beda, tergantung ia memaknai setiap larik dari sudut pandang yang dipilihnya. Sebelum mengkaji puisi dengan pendekatan pragmatik, kita harus memahami unsur intrinsik karya sastra yang akan dikaji terlebih dahulu. Salah satu sastrawan Indonesia yang dikenal ialah Remy Sylado yang terkenal banyak memiliki karya sastra seperti puisi yang sudah diciptakan, dikenal dengan puisi Mbeling. Puisi Menghargai Hak Azazi Kawan karya Remy Sylado ini mengandung berbagai unsur yang dapat dikaji dengan pendekatan pragmatik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui reaksi dari pendapat dan kesan pembaca setelah membaca karya sastra. Sumber teori dalam penulisan ini dari berbagai buku cetak dan laman terpercaya.

Kata kunci: analisi puisi, pendekatan pragmatik, puisi menghargai hak azazi kawan

 

PENDAHULUAN

Sastra lahir oleh dorongan manusia untuk mengungkapkan diri tentang masalah manusia, kemanusiaan, dan semesta (Semi,1999:1). Sastra yang telah dilahirkan oleh sastrawan diharapkan dapat memberi kepuasan estetik dan intelektual bagi pembaca.[2] Salah satu karya sastra yaitu puisi, puisi merupakan karya tertulis yang paling awal ditulis manusia.[3] Puisi adalah seni tertulis di mana Bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya[4].  Puisi bukan hanya untuk dinikmati oleh pecinta sastra melainkan bisa untuk dikaji, baik para ahli tradisional maupun modern banyak mengemukakan cara mengkaji puisi salah satunya Abrams mengelompokkan cara mengkaji puisi menggunakan pendekatan tradisional, yakni pendekatan objektif, pendekatan mimetik, pendekatan ekspresif dan pendekatan pragmatik. Setiap pendekatan memiliki cara yang berbeda-beda satu sama lain. Saat ini penulis akan mengkaji puisi dengan pendekatan pragmatik.

Remy Sylado merupakan salah satu sumber daya manusia yang paling dibutuhkan dalam dunia seni Indonesia. Terlahir dengan nama Yapi Panda Abdiel Tambayong atau Japi Tambajong di Malino, Makassar, 12 Juli 1945, Remy kecil menghabiskan masa kecilnya di Semarang dan Solo. Nama Remy Sylado biasa juga ditulis dengan angka 23761. Angka itu diambilnya dari chord pertama lirik lagu All My Loving karya The Beatles. Semua bidang seni sudah ia jajal, dari menulis puisi, novel, esai, hingga naskah drama. Ia juga berkecimpung dalam seni musik, seni rupa, dan terutama seni teater.

Latar belakang penyair memang terkesan menyinggung saat kita membahas karya sastranya, namun hal itu hanya dalam kacamata pendekatan ekspresif. Lain halnya dengan pragmatik, yang memberikan perhatian utama terhadap peranan pembaca, dalam kaitannya dengan salah satu teori pendekatan modern yaitu teori resepsi, pendekatan pragmatik dipertentangkan dengan pendekatan ekspresif. Subjek pragmatik dan subjek ekspresif sebagai pembaca dan pengarang berbagai objek yang sama, yaitu karya sastra. Perbedaannya dalam pendekatan pragmatik, pengarang sebagai pencipta karya sastra namun fungsinya dihilangkan karena pendekatan ini menganggap pembaca yang sama sekali tidak tahu menahu tentang proses kreativitas diberikan tugas utama bahkan dianggap sebagai penulis.

Dalam mengkaji puisi diperlukan unsur pembangun puisi yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Saat mengkaji puisi menggunakan pendekatan pragmatik diperlukan pemahaman mengenai unsur intrinsik terlebih dahulu, yang terdiri atas tema, amanat, nada, perasaan, akulirik, alusi, gaya bahasa, tipografi, enjambemen, citraan, dan rima. Dari sebelas unsur intrinsik terdapat empat unsur yang menjadi hakikat puisi yaitu tema, amanat, nada, perasaan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui reaksi dari pendapat dan kesan pembaca setelah membaca puisi Menghargai Hak Azazi Kawan karya Remy Sylado. 

 

METODE

Pendekatan pragmatik merupakan pendekatan yang memberikan perhatian utama terhadap peranan pembaca. Maka metode yang dilakukan untuk melakukan analisis puisi dengan pendekatan pragmatik ada beberapa metode, antara lain pendekatan yang bersifat eksperimental, melalui karya sastra yang mementingkan karya sastra yang terikat pada masa tertentu ada pada golongan masyarakat teretntu.

1.      Kepada perorangan atau kelompok disajikan atau diminta pembaca karya sastra, sejumlah pertanyaan dalam teks atau angket yang berisi tentang permintaan, tanggapan, kesan, penerimaan terhadap karya yang dibaca tersebut untuk diisi jawaban-jawaban itu nanti ditabulasi dan dianalisis.

2.      Kepada pembaca perorangan atau kelompok, diminta pembaca karya sastra, kemudian ia diminta untuk menginterpretasikan karya sastra tersebut. Interpretasi-interpretasi yang dibuat tersebut dianalisis secara kualitatif untuk melihat bagaimana penerimaan atau tanggapan terhadap karya sastra.

3.      Kepada masyarakat tertentu diberikan angket untuk memilih prestasi mereka terhadap karya sastra, misalnya melihat prestasi sekelompok kritikus terhadap kontemporer persepsi masyarakat tertentu terhadap karya sastra daerahnya sendiri.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam kaitan pembahasan puisi melalui pendekatan pragmatik, penulis memilih puisi berjudul “Menghargai Hak Azazi Kawan” karya Remy Sylado karena puisi tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami setiap orang namun bersifat menyindir kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat akan mengetahui apa yang terjadi melalui karya sastra ini. Walaupun dimensi pragmatik melingkupi pengarang dan pembaca, pembacalah yang dominan. Karena itu, proses komunikasi dan pemahaman karya sastra mempengaruhi dan ikut menentukan sikap pembaca terhadap karya yang dihadapinya (Foulkes, dikutip, Teeuw, 1984: 57). Karena pembaca sebagai penentu pemahaman karya sastra, kemampuan kebahasaan pembaca sangat menentukan.[5]


Analisis Objektif Puisi Menghargai Hak Azazi Kawan Karya Remy Sylado

MENGHARGAI HAK AZAZI KAWAN

Karya : Remy Sylado

Jika

laki mahasiswa

ya perempuan mahasiswi

jika

laki saudara

ya perempuan saudari

jika

laki pemuda

ya perempuan pemudi

jika laki putra

ya perempuan putri

jika laki kawan

ya perempuan kawin

jika

kawan kawin

   ya jangan mengintip.

 

Unsur Intrinsik Puisi Menghargai Hak Azazi Kawan

·         Tema                     : Kemanusiaan

·         Amanat                 : Sebagai manusia yang memiliki kualitas kehidupan yang berbeda-beda, kita tidak boleh mencampuradukkan masalah orang lain dengan kehidupan kita karena setiap orang mempunyai hak kehidupannya masing-masing.

·         Nada                      : Menyindir

Dalam puisi ini penyair menggambarkan seseorang yang senang mengurusi hak orang lain dan tidak bisa memprioritaskan antara hak dirinya dan orang lain.

·         Perasaan                : Kecemburuan

·         Tipografi               : Puisi ini menggunakan tipografi lurus, namun pada akhir larik sedikit menjorok ke dalam karena memiliki makna tersurat.

·         Enjambemen         : Setiap larik dalam puisi ini mempunyai enjambemen dari larik pertama hingga larik terakhir

·         Akulirik /dialirik   : Dialirik

·         Alusi                     : Dalam puisi ini tidak terdapat alusi

·         Gaya Bahasa         : Antitesis berlawanan arti seperti laki mahasiswa dan perempuan mahasiswi, serta majas ironi yakni majas yang digunakan untuk menyindir seseorang secara halus.

·         Rima                     : Dalam puisi ini menggunakan rima tidak sempurna dan lebih memainkan diksi sebagai keindahan puisi.

·         Citraan                  : Penglihatan

 

Analisis Kajian Puisi Hak Azazi Kawan Karya Remy Sylado

Puisi merupakan karya tertulis yang paling awal ditulis manusia. Selain adanya penyair, pembaca mempunyai kedudukan penting dalam karya sastra agar karya sastra terus berkembang. Hubungan antara karya dan pembaca menurut Mukarovski pengalaman estetik justru ditentukan oleh tegangan antara struktur karya sastra sebagai tanda dan subjektivitas pembaca, yang bukan subjektivitas mutlak, tetapi subjektivitas yang tergantung pada lingkungan sosial dan kedudukan sejarah penanggap. Dalam setiap karya sastra terdapat tempat-tempat tak tertentu, atau kosong, hal-hal yang tidak terisi oleh karya itu, pengisiannya terserah kepada pembacanya. Hal ini yang disebut teori kongkretisasi oleh Ingarden. Saya akan menganalisis puisi Menghargai Hak Azazi Kawan karya Remy Sylado dengan pendekatan pragmatik agar mengetahui kesan, reaksi, dan pendapat pembaca terhadap puisi Menghargai Hak Azazi Kawan.

 

RESPONDEN

DESKRIPSI DATA

PRAGMATIK

KET

PENDAPAT

KESAN

REAKSI

1

Laki-laki dan perempuan masing-masing memiliki hak, tidak boleh mengganggu hak orang lain apabila penggunaan hak sesuai aturan.

ü   

 

 

Pembaca Ideal

2

Puisi terkesan sederhana dan biasa saja

ü   

 

 

Pembaca Biasa

Saat saya membacanya saya merasakan biasa saja dan bahkan sempat bingung dengan apa yang disampaikan dalam puisi ini sebenarnya bahasa yang digunakanpun biasa saya dengar tetapi penggunaan kata-kata seperti di atas itu saya masih merasakan biasa saja.

 

ü   

 

3

Waaah...

 

 

ü   

Pembaca Biasa

.... Isi puisi ini sangat menyenangkan bisa membuat orang yang membacanya tertawa. ....

 

ü   

 

.... Puisi ini sangat sesuai dengan kenyataannya sehingga yang membacanya ikut terbawa puisi tersebut.

ü   

 

 

4

....puisi ini menggunakan gaya bahasa perbandingan, diksinya sangat umum, pembaca dapat mengerti makna yang ingin disampaikan.

ü   

 

 

Pembaca Pandai

5

Isi puisinya sederhana, simple, ....tapi megandung pesan yang mendalam.

ü   

 

 

Pembaca Pandai

...lucu....

 

ü   

 

6

Keren, ....

 

ü   

 

Pembaca Pandai

....permainan kata yang menggunakan vokal a dan i sehingga membedakan jenis kelamin tetapi diakhiri degan kalimat jenaka.

ü   

 

 

7

....dalam puisi ini terdapat permainan kata yang memiliki makna berbeda ditiap perubahan huruf yang dihadirkan. Contohnya mahasiswa, dianalogikan sebagai seseorang yang berjenis kelamin laki-laki dan mahasiswi dianalogikan sebagai seseorang yang berjenis kelamin perempuan. Padahal jika kita merujuk pada penggunaannya yang umum digunakan, kata mahasiswa ini memiliki artian yang netral. Maksudnya bisa merujuk pada laki-laki maupun perempuan.

ü   

 

 

Pembaca Ideal

8

Puisinya bagus, dan menyenangkan ketika membacanya, ....

 

ü   

 

Pembaca Biasa

....baris-baris terakhir masih kurang memahami makna atau maksud dari baris tersebut.

ü   

 

 

9

....menurut saya ini seperti sajak biasa yang kurang makna di dalamnya. Akhirnya pun seperti humor atau candaan, tapi tidak menggunakan bahasa yang baik dan baku seperti di awal-awalnya. ....

ü   

 

 

Pembaca Biasa

....puisinya terkesan bercandaan saja.

 

ü   

 

10

Puisi ini cukup bagus dengan mencoba menggabungkan perbedaan karakter  dan jenis kelamin maka kita harus menghargai hak asasi manusia tersebut. Bahasa yang digunakan mudah dipahami,....

ü   

 

 

Pembaca Biasa

.... lucu juga,....

 

ü   

 

....hehehe.

 

 

ü   

 

SIMPULAN

Dari analisis puisi Menghargai Hak Azazi Kawan karya Remy Silado yang dianalisis oleh sepuluh responden, mengatakan bahwa puisi tersebut sangat lucu dan menyindir dengan bahasanya. Dalam puisi ini seolah-olah penyair memberi tahu kepada semua orang bahwa kita mempunyai hak hidupnya masing-masing. Dari ke lima responden, diantaranya berpendapat bahwa hal yang menarik dalam puisi di atas terdapat permainan diksi, khususnya penyair yang mengibaratkan huruf vokal sebagai perbedaan jenis kelamin seseorang.

Setelah para pembaca atau responden membaca dan menganalisis puisi Menghargai Hak Azazi Kawan karya Remy Sylado. Berpendapat bahwa puisi tersebut dapat direkomendasikan untuk dibaca oleh semua khusunya pelajar, dan mahasiswa karena puisi ini mengandung makna kehidupan yang dalam dari penyair

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aghni, Binar. 2008. Sastra Indonesia Lengkap. Jakarta: Percetakan Hi-Fest.

 Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.  

Siswanto, Wahyudi. 2013. Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Aditya Media Publishing.

 

Wisang, Imelda Oliva. 2014. Memahami Puisi: Dari Apresiasi Menuju Kajian. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

 

 



[1] Wahyudi Siswanto, Pengantar Teori Sastra, Aditya Media Publishing, Yogyakarta, 2013, hlm. 91.

[2] Wahyudi Siswanto, Pengantar Teori Sastra, Aditya Media Publishing, Yogyakarta, 2013, hlm. 59.

[3] Imelda Oliva Wisang, Memahami Puisi: Dari Apresiasi Menuju Kajian¸ Penerbit Ombak, Yogyakarta, 2014, hlm.13.

[4] Binar Aghni, Sastra Indonesia Lengkap, Percetakan Hi-Fest, Jakarta, 2008, hlm.7.

 [5] Zainuddin Fananie, Telaah Sastra, Muhammadiyah University Press, Surakarta, 2000, hlm. 113.


Comments