SINOPSIS BUKU TANAH PEREMPUAN KARYA HELVY TIANA ROSA

 #Semester4


Judul Buku: Tanah Perempuan "Drama Tragedi Sembilan Babak"

Pengarang: Helvy Tiana Rosa

Penerbit: Lapena Banda Aceh

Tahun: 2007

SINOPSIS

Di tanah Aceh tinggal seorang istri, ibu, dan guru Sejarah bernama Safiah Cut Kemala (Mala) yang tinggal bersama keluarganya, yakni suaminya, Majid dan anaknya, Agam, sang ayah yang dipanggilnya Abu (Harun), Mak (Hafsah), Ma’e dan Imran. Kepedihan telah dirasakan keluarga tersebut yang berawal ketika Ma’e, abangnya Mala hilang. Belum pulih dari kepedihannya, tak lama kemudian Abu tewas ditembak di depan rumah oleh orang yang tidak dikenal. Saat itu Mak, Mala, dan anggota keluarganya merasa sangat sedih dan kehilangan.

Akibat seringnya terjadi kejadian aneh, Imran menyarankan keluarganya agar mereka pindah ke Penang, dengan bekal tekad dan sedikit harta yang masih dimilikinya, Imran yakin kehidupan keluarga mereka akan lebih baik. Namun Mala dan Majid tidak setuju, mereka ingin tetap bertahan di rumahnya, Aceh. Namun Imran tetap masih dengan keinginannya. Sejak saat itu hubungan mereka merenggang. Imran memiliki kekasih bernama Surayya, namun Surayya menghilang dalam hutan karena pasukan bersenjata.

Hari demi hari, Mak sakit-sakitan karena ditinggal Abu. Suatu malam Majid pergi ke rumah Ibrahim, temannya yang juga seorang dokter. Ia bermaksud meminta Ibrahim mengobati Mak. Namun saat sampai di rumah Ibrahim, ia didatangi orang yang mengaku dari kepolisian. Kali ini mereka memaksa membawa Majid, dengan alasan Majid merupakan anggota pemberontak, sebagaimana Ibrahim. Pembelaan diri Majid tak dipedulikan. Mendengar kabar tersebut membuat Mala menjadi sakit dan sering menangis mengingat kejadian-kejadian yang menimpa kelarganya.

Suatu hari Mak mengizinkan Imran pergi, namun kondisi Mak dan Mala semakin lemah. Satu-satunya yang menjadi harapan mereka ialah Agam. Guncangan yang bertubi-tubi membuat jiwa Mak terganggu. Di tengah kegalauan itu tiba-tiba terjadi bencana gempa dan tsunami. Rumah Mala musnah. Mala terpisah dari Agam dan Mak. Berhari-hari, dalam kondisi luka-luka, Mala mendatangi tempat-tempat pengungsian, berharap dapat bertemu Mak dan Agam. Di suatu tempat pengungsian Mala menemukan Mak telah meninggal. Setelah kejadian itu, lalu untuk apa seorang Mala hidup?

 

Comments